Jumat, 04 Mei 2012

Berfikir Cerdik


Berfikir Cerdik 
Smart thinking

"Meskipun anda bukanlah seorang jenius, anda dapat mengunakan strategi yang sama seperti yang digunakan Aristotle dan Einstein untuk memanfaatkan kreatifitas berpikir anda dan mengatur masa depan anda lebih baik."
"Even though you're not a genius, you can use the same strategies as Aristotle and Einstein to harness your creative mind and manage your future better."

Kedelapan strategi berikut ini dapat mendorong cara berpikir anda lebih produktif daripada reproduktif untuk memecahkan masalah-masalah. "Strategi-strategi ini pada umumnya ditemui pada gaya berpikir bagi orang-orang yang jenius dan kreatif di ilmu pengetahuan, kesenian, dan industri-industri sepajang sejarah.
The eight following strategies can encourage you to think productively, rather than to solve reproductive problems. "These strategies are common to the thinking styles of those creative geniuses in science, art, and industry throughout history."



1. Lihatlah persoalan anda dengan berbagai cara yang berbeda dan cari perspektif baru yang belum pernah dipakai oleh orang lain (atau belum diterbitkan!)
Look at problems in different ways and find new perspectives that have not been used by someone else (or not yet published!)
Leonardo da Vinci percaya bahwa untuk menambah pengetahuan tentang suatu masalah dimulai dengan mempelajari cara menyusun ulang masalah tersebut dengan berbagai cara yang berbeda. Ia merasa bahwa pertama kali melihat masalah itu terlalu prubasangka. Seringkali, masalah itu dapat disusun ulang dan menjadi suatu masalah yang baru.
Leonardo da Vinci believed that, to gain knowledge about a problem begins with learning how to restructure it in many different ways. He felt that the first time I saw it too prubasangka. Often, the problem can be rearranged and become a new problem.

2. Bayangkan!
Imagine that!
Ketika Einstein memikirkan suatu masalah, ia selalu menemukan bahwa perlu untuk merumuskan persoalannya dalam berbagai cara yang berbeda-beda yang masuk akal, termasuk menggunakan diagram-diagram. Ia membayangkan solusi-solusinya dan yakin bahwa kata-kata dan angka-angka tidak memegang peran penting dalam proses berpikirnya.
When Einstein thought through a problem, he always found it necessary to formulate the problem in a variety of different ways that make sense, including using diagrams. He visualized solutions, and believed that words and figures do not play a significant role in his thinking process.

3. Hasilkan! Karakteristik anak jenius yang membedakan adalah produktivitas.
Generate! Distinguishing characteristic of genius is productivity.
Thomas Edison memegang 1.093 paten. Dia memberikan jaminan produktivitas dengan memberikan ide-ide pada diri sendiri dan asistennya. Dalam studi dari 2.036 ilmuwan sepanjang sejarah, Dekan Keith Simonton, dari University of California di Davis, menemukan bahwa ilmuwan-ilmuwan yang dihormati tidak hanya menciptakan banyak karya-karya terkenal, tapi banyak yang buruk. Mereka tidak takut gagal, atau membuat kesalahan besar untuk meraih hasil yang hebat.
Thomas Edison held 1,093 patents. He guaranteed productivity by giving ideas to himself and his assistant. In a 2036 study by scientists throughout history, Dean Keith Simonton of the University of California at Davis, found that scientists who are respected not only great works, but also many bad ones. They are not afraid to fail, or make a big mistake to achieve great results.

4. Buat kombinasi-kombinasi baru. Kombinasikan, and kombinasikan ulang, ide-ide, bayangan-bayangan, and pikiran-pikiran ke dalam kombinasi yang berbeda, tidak peduli akan keanehan atau ketidakwajaran.
Create new combinations. Combine, and recombine, ideas, images, and thoughts into different combinations no matter how incongruent or unusual.
Keturunan hukum-hukum yang menjadi dasar ilmu genetika modern berasal dari pendeta Austria, Grego Mendel, yang mengkombinasikan matematika dan biologi untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru.
The laws of heredity on which the modern science of genetics comes from the Austrian monk Grego Mendel, who combined mathematics and biology to create new knowledge.

5. Bentuklah hubungan-hubungan; buatlah hubungan antara persoalan-persoalan yang berbeda
Form relationships; make connections between different issues
Da Vinci menemukan hubungan antara suara bel dan sebuah batu yang jatuh ke dalam air. Hal ini memungkinkan Da Vinci untuk membuat hubungan bahwa suara mengalir melalui gelombang-gelombang. Samuel Morse menciptakan stasiun-stasiun penghubung untuk tanda-tanda telegraf ketika memperhatikan stasiun-stasiun penghubung untuk kuda-kuda.
Da Vinci forced a relationship between the sound of a bell and a stone hitting water. This allows him to make the connection that sound travels in waves. Samuel Morse invented relay stations for telegraphic signals when observing relay stations for horses

6. Berpikir secara berlawanan.
Think the opposite
Ahli ilmu fisika Niels Bohr percaya bahwa jika andamemegang pertentangan secara bersamaan, kemudian anda menyingkirkan pikiran anda dan akal anda bergerak menuju tingkatan yang baru. Kemampuannya untuk membayangkan secara bersamaan mengenai suatu partikel dan suatu gelombang mengarah pada konsepsinya tentang prinsip saling melengkapi. Dengan menyingkirkan pikiran (logis) dapat memungkinkan akal anda untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Physicist Niels Bohr believed that if you held opposites together, then you suspend your thought and your mind moves to a new level. His ability to imagine light as both a particle and a wave led to his conception of the principle of complementarity. Suspending thought (logic) may allow your mind to create something new.

7. Berpikir secara metafora.
Think in metaphors
Aristotle menganggap metafora sebagai tanda yang jenius, dan percaya bahwa individual yang memiliki kapasitas untuk menerima persamaan antara dua keberadaan yang berbeda dan menghubungkannya adalah individual yang punya bakat kusus.
Aristotle considered metaphor a sign of genius, and believed that the individual who has the capacity to perceive resemblances between two separate areas of existence and link are individuals who have special gifts.


8. Persiapkan diri anda untuk menghadapi kesempatan.
Prepare yourself for chance.
Bilamana kita mencoba sesuatu dan gagal, kita akhirnya mengerjakan sesuatu yang lain. Hal ini adalah prinsip pertama dari kekreatifan. Kegagalan dapat menjadi produktif hanya jika kita tidak terfokus pada satu hal sebagai suatu hasil yang tidak produktif. Sebaliknya, menganalisa proses, komponen-kompnen dan bagaimana anda dapat mengubahnya untuk memperoleh hasil yang lain. Jangan bertanya, ?Mengapa saya gagal?? melainkan ?Apa yang telah saya lakukan?
Whenever we try something and fail, we end up doing something else. This is the first principle of creative accident. Failure can be productive only if we do not focus on it as an unproductive result. Instead, analyze the process, the components and how you can change it to obtain another result. Do not ask, Why have I failed? it? What have I done?

Maaf, masih banyak kekurangan


 
sumber : 
http://www.studygs.net/indon/genius.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar