Jumat, 29 Juni 2012

Media Transmisi Wire

Media Transmisi Wire Atau Guide Atau Terarah

Yang dimaksud dengan  terarah adalah suatu media transmisi jaringan yang bisa di atur secara fisik oleh manusia atau user. Misalnya kita ingin jaringan tersebut sampai hanya keruangan kerja sendiri dan dilaptop sendiri, maka kita tinggal memasangkan pada ruangan kita dan laptop. Seandainya ada laptop lain diruangan tersebut tidak akan dapat menakses jaringan begitu pula ruangan lain. Dari segi fisik transmisinya, media transmisi bisa dibedakan menjadi dua yaitu tembaga dan kaca. Yang termasuk tembaga adalah kabel coacsial dan twisted pair, sedangankan kaca disebut dengan serat optik.


Macam-macam dari media Transmisi Wire
1.      Kabel Coacsial
Berbentuk kabel tunggal. Yang biasa diterapkan  pada topologi bus. Kelebihannya mudah pemasangannya pada perangkat komputer, kecepatannya cukup baik (karena saat mentransmisikan data, data tersebut dari source langsung ke destination tetapi bila dibandingkan  saat ini kecepatannya masih tendah)  dan biaya yang dikeluarkan cukup murah. Kekurangannya jika ada kerusakan kabel pada salah satu node akan mengganggu seluruh jaringan yang terhubung dengan kabel yang sama.
Konektor  pada ujung kabel disebut BNC. Kabel ini lebih sering digunakan untuk kabel TV dan Telpon.

2.      Kabel Twisted Pair
Kabel Twisted pair merupakan kabel yang berpasangan yang saling berpilin. Yang termasuk disini adalah UTP (unshield twisted pair) dan STP (shield twisted pair). Perbedaan yang mencolok antara kedua jenis tersebut adalah pada bentuk fisiknya, UTP tidak memakai selubung sedangkan STP memiliki selubung. Selubung ini berguna untuk melindungi inti kabel tersebut (tembaga yang membawa sinyal) sehingga kabel akan lebih tahan. Namun UTP lebih sering digunakan karena pemasangannya lebih mudah dan perbedaannya kecepatan dan ketahanannya tidak terlalu besar. Sedangkan pengaturannya sama.
Konektor pada kedua ujung kabel adalah RG-45, RG-48, dll. Jarak maksimal pemasangan satu node kabel twisted pair 100 meter. Jika lebih dari itu transmisi akan terganggu.
Standar pemasangan kabel pada port RG-45 : 568A & 568B. Jumlah pin pada port harus sama dengan jumlah kabel yang akan dipasang. Dalam satu kabel UTP terdapat 4 pasang kabel, jadi seluruh kabel ada 8 dan pin pada port ada 8.

Cara pemasangan kabel UTP pada konektor RG-45
Misalkan kabel secara berurut di beri nomor 1 hingga 8. Kabel yang berpasangan adalah kabel no 1 & 2, no 3 & 6, no 4 & 5, dan no 7 & 8. Tiap pasang kabel akan saling berpilin dan salah satunya berwarna campur dengan putih. Setiap kabel yang bernomor ganjil adalah kabel yang berwarna campur dengan putih. Urutan untuk standar 568A adalah pasangan 1 : warna hijau,  3 : warna orange, 4 : warna biru, 7 : warna coklat. Untuk standar 568B adalah pasangan 1 : warna orange, 3 : warna hijau, 4 : warna biru, 7 warna coklat.
Setiap pasang memiliki fungsi yang berbeda. Pasangan 1 & 2 berfungsi sebagai mentransmisikan sinyal. Pasangan 3 & 6 berfungsi sebagai penerima/ receive sinyal, pasangan 4 & 5 berfungsi sebagai penyalir arus positif (+), dan pasangan 7 & 8 berfungsi sebagai penyalir arus negatif (-). Arus yang mengalir pada kabel adalah arus DC.
Pemasangan pada kedua ujung kabel bisa sama berbeda, jika standar 568A atau 568B pada kedua ujung kabel maka kabel tersebut disebut Straight.  Jika standar 568A dan 568B pada ujung lainnya maka kabel tersebut disebut kabel Cross-Over. Pada awalnya kabel Straight digunakan untuk penghubung antar perangkat yang berbeda jenis, misal antara PC dengan Hub. Dan kabel Cross-Over digunakan untuk menghubungkan antar perangkat yang sama, misalnya antar PC atau antar Hub. Namun saat ini perbedaan penggunaan tersebut tidak berlaku lagi karena perangkat telah dilengkapi dengan ‘Auto Mdi-X’(ini mungkin penulisan yang kurang tepat).


Kenapa terjadi pemisahan penggunaan Straight dan Cross-Over?

Karena pada saat transmisi terjadi proses transmisi/ transfer dan  receive/ menerima sinyal.

Kategori kabel UTP
Kabel
Tipe
Keterangan
Type CAT 1
UTP
Analog. Biasanya digunakan di perangkat telephone pada umumnya dan pada jalur ISDN –integrated service digital networks. Juga untuk menghubungkan modem dengan line telepon
Type CAT 2
UTP - up to 1 Mbits
Sering digunakan pada topologi token ring
Type CAT 3
UTP / STP
16 Mbits data transfer. Sering digunakan pada topologi token ring atau 10BaseT
Type CAT 4
UTP, STP
20 Mbits data transfer. Biasanya digunakan pada topologi token ring
Type CAT 5
UTP, STP - up to 100 MHz
100 Mbits data transfer / 22 db
Type CAT 5 enhanced
UTP, STP - up to 100 MHz
1 Gigabit Ethernet up to 100 meters - 4 copper pairs (kedua jenis CAT5 sering digunakan pada topologi token ring 16Mbps, Ethernet 10Mbps atau pada FastEthernet 100Mbps)
Type CAT 6
up to 155 MHz or 250 MHz
2,5 Gigabit Ethernet up to 100 meters or 10 Gbit/s up to 25 meters . 20,2 db
(Gigabit Ethernet)
Type CAT 7
up to 200 MHz or 700 Mhz
Giga-Ethernet / 20.8 db (Gigabit Ethernet

Keuntungan kabel UTP
1.      Investasi pad sisi pelanggan lebih murah
2.      Kecepatan transmisi data lebih tinggi dibanding Wi-FI (10-100Mbps)
3.      Aplikasi yang dimanfaatkan bisa lebih banyak dikarenakan bandwidthnya yang tinggi (gameonline, file sharing, video streaming, dll)
4.      Tidak rentan terhadap penyadapan data dibanding teknologi wireless

Kekurangan kabel UTP
1.      Rentan terhadap gangguan petir namun dapat dikurangi dengan penggunaan surge protector.
2.      Kemungkinan gangguan atau kerusakan lebih tinggi karena melalui area publik.
3.      Biaya pemeliharaan relatif tinggi karena harus dipersiapkan untuk penggatian switch atau kabel yang rusak.



3.      Fiber optik
Merupakan jenis kabel yang menggunakan kaca/ serat optik sebagai inti yang akan mengantarkan sinyal. Setiap kabel hanya memiliki fungsi satu yaitu sebagai transmisi/ transfer atau receive/ menerima sinyal saja. Sehingga pada pemasangannya harus berpasangan atau penggunaan kabel harus 2 yaitu sebagai transmit dan receive. Konektor pada ujung kabel ST, SC, FC. 

Kabel fiber Optik
Secara umum serat optik terdiri dari 2 bagian utama, yaitu cladding dan core . Cladding adalah selubung dari inti (core). Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.
Fiber optik adalah teknologi perkabelan terkini yang memiliki kecepatan sangat tinggi. Kabel fiber optic bentuknya sama dengan kabel coaxcial. Jenis kabel ini tidak menggunakan tembaga (cooper), melainkan serat optik. Dimana sinyal yang dialirkan berupa berkas cahaya. Mampu mengirimkan bandwidth lebih banyak. Banyak digunakan untuk komunikasi antar Backbone, LAN dengan kecepatan tinggi. Pada pusat kebel terdapat inti kaca yang merupakan tempat cahaya akan berpropagasi.
Dalam aplikasinya serat optik biasanya diselubungi oleh lapisan resin yang disebut dengan jacket, biasanya berbahan plastik. Lapisan ini dapat menambah kekuatan untuk kabel serat optik, walaupun tidak memberikan peningkatan terhadap sifat gelombang pandu optik pada kabel tersebut. Namun lapisan resin ini dapat menyerap cahaya dan mencegah kemungkinan terjadinya kebocoran cahaya yang keluar dari selubung inti. Serta hal ini dapat juga mengurangi cakap silang (cross talk) yang mungkin terjadi.
Untuk serat optik (fiber optic), indeks bias core lebih besar dari indeks bias cladding. Sinar-sinar yang akan dipandu oleh serat optik (fiber optic) harus dimasukan ke dalam core serat optik (fiber optic) melalui ujungnya, dengan cara diusahakan sinar tersebut datang setegak lurus mungkin terhadap pemampang core serat optik (fiber optic), agar sinar tersebut masuk ke dalam core kemudian datang ke cladding dengan sudut datang sebesar mungkin sehingga sinar tersebut datang dari core ke cladding dengan sudut datang yang lebih besarv dari sudut kritisnya, yang mana akan menghasilkan pemantulan sempurna pada bidang batas core cladding. Sinar pantul ini akan berjalan menyeberangi core menuju cladding yang ada diseberangnya dengan sudut datang yang relative sama dengan sudut datang yang pertama tadi, yang mana besarnya lebih besar dari sudut kritis.
Akibatnya sinar ini akan dipantulkan kembali masuk ke dalam core, menyeberangi core, menuju cladding diseberangnya, dipantulkan lagi demikian seterusnya sehingga sinar tersebut praktis tidak pernah ada yang dibiaskan keluar dari serat optik (fiber optic), dan bisa dikatakan semua cahaya yang dimasukan ke dalam serat optik (fiber optic) tersebut dari ujung yang satu akan dikeluarkan lagi pada ujung yang lain tanpa ada yang bocor. Untuk serat optik (fiber optic) jenis step index, jalannya sinar adalah patah-patah dan sedangkan untuk jenis grade index, jalannya sinar adalah tidak patah-patah melainkan berbentuk garis lengkung.

Jenis fiber optik
1.      Single mode
Single mode memiliki ukuran yang lebih kecil (9 micro/ 125) dari multi mode dan hanya melewatkan satu sinar sinyal data. Sehingga Kecepatan transfernya lebih baik dan jangkauan lebih luas (70 kilometer).
2.      Multi mode
Multi mode memiliki ukuran lebih besar (50-62 micro/ 125) dan mempu melewatkan banyak sinar sinyal data. Sehingga kemungkinan saling bertabrakan yang tentunya kecepatan lebih lambat dan jangkauan lebih kecil (900 meter).

Konektor untuk fiber optik atau serat optik
1.      FC (Fiber Connector): digunakan untuk kabel single mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.
2.      SC (Subsciber Connector): digunakan untuk kabel single mode, dengan sistem dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.
3.      ST (Straight Tip): bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.
4.      Biconic: Salah satu konektor yang kali pertama muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat ini sangat jarang digunakan.
5.      D4: konektor ini hampir mirip dengan FC hanya berbeda ukurannya saja. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.
6.      SMA: konektor ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama-sama menggunakan penutup dan pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST konektor, maka konektor ini sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.

Kelebihan fiber optic
Dalam penggunaan serat optik ini, terdapat beberapa keuntungan antara lain :
1.      Lebar jalur besar dan kemampuan dalam membawa banyak data, dapat memuat kapasitas informasi yang sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan
2.      Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi
3.      Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang
4.      Imun, kekebalan terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio
5.      Non-Penghantar, tidak ada tenaga listrik dan percikan api
6.      Tidak berkarat

(untuk file lengkapnya, silahkan dilihat pada menu download “Media transmisi wire”)
     
 
Referensi
Brookshear, J.Glenn. 2003. Computer Science : Suatu pengantar. Edisi 7. (Terjemahan olehIrzam Hardiansyah) Jakarta : Erlangga.
Muh. Zaki Riyanto. 2004. Komunikasi Data. http://zaki.web.ugm.ac.id (diakses 26 juni 2012 pukul 20.40 WIB).
Yuhefizar. 2003. Tutorial komputer dan jaringan. http://IlmuKomputer.com (diakses Selasa, 26 juni 2012, pukul 20:41 WIB). 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar